ARTIKEL FOREX

Jam Terbaik Untuk Trading Forex

Gambar diatas menunjukkan Waktu dan Jam Terbaik Untuk Trading Forex (Trading Valuta Asing Online)

Setelah kita tahu apa itu trading Forex dan siapa saja yang bermain di dalamnya…sekarang saatnya kita mempelajari kapan waktu yang tepat untuk trading. Satu poin yang tidak boleh kita lewatkan!

Sebelumnya memang telah disebutkan bahwa Forex adalah pasar yang buka 24 jam. Tapi itu tidak berarti kita harus terus menempelkan pantat kita di kursi dan memelototi layar komputer selama 24 jam, berjaga-jaga kalau pergerakan pasar akan mengancam kita. Tidak seperti itu.

Kita bisa mematikan komputer lalu pergi tidur, karena apapun yang terjadi pada pasar, kita bisa mengeruk keuntungan darinya. Baik saat pasar bergerak naik, ataupun ketika dia merosot. Masalah baru akan datang kalau pasar sama sekali tidak bergerak.

Kita sudah tahu dari materi terdahulu bahwa forex ditradingkan 24 jam sehari. Tetapi sebenarnya 24 jam ini dibagi dalam empat sesi trading:

  1. Sesi Sidney
  2. Sesi Tokyo
  3. Sesi London
  4. Sesi New York

Berikut adalah tabel jam buka dan tutup dari masing-masing sesi trading tersebut pada Musim Panas (sekitar April-Oktober)

https://idnfbs.com/?ppu=453497

Sedangkan dibawah ini adalah jam buka dan tutup dari masing-masing sesi trading tersebut pada Musim Dingin (sekitar Oktober-April)

https://idnfbs.com/?ppu=453497

Waktu buka dan tutup masing-masing sesi sebenarnya dibuat berdasarkan pada jam bisnis lokal. Oleh karena itu, akan ada kalanya jam bergeser satu jam, karena beberapa negara berpindah dari/ke daylight savings time (DST). Perubahan waktu dari masing-masing negara dapat berbeda.

Dari dua tabel di atas, terlihat bahwa di antara setiap sesi terdapat satu periode waktu pembukaan sesi trading yang sama. Pada saat musim panas, dari pukul 3:00-4:00 AM EDT (15:00-16:00 pagi GMT+7), sesi Tokyo dan sesi London mengalami overlap, dan saat musim panas dan musim dingin dari pukul 8:00 AM-12:00 PM ET (20:00-24:00 malam GMT+7), Sesi London dan New York mengalami overlap.

Pada jam-jam overlap itulah pasar memiliki aktivitas trading tertinggi, karena volume pada saat dua pasar dibuka bersamaan lebih besar ketimbang yang lain. Sebab pada jam-jam ini semua pelaku pasar sibuk melakukan aksi jual atau beli. Dalam kata lain, itu adalah momen di mana uang mengalir lebih cepat dari satu tangan ke tangan yang lain. Tentang overlap ini akan kita gali lagi di materi berikutnya.

Kalau memperhatikan jam buka pasar Sidney pada kedua tabel, kita akan mendapati jam buka sesi Sidney lebih dipercepat dua jam. Nah, pertanyaannya sekarang adalah kenapa mesti dua jam dan bukan satu jam, kalau AS bisa menyesuaikan jam tradingnya? Ada hal yang perlu kita ingat tentang perubahan waktu ini. Ketika AS berubah satu jam, itu berarti jam Sidney dipercepat satu jam. Walau sama-sama memiliki empat musim, tetapi pergerakannya berbeda antara Amerika dan Australia.

Nah, mari kita lihat pergerakan rata-rata pip dari pair mata uang mayour dari masing-masing sesi trading:

https://idnfbs.com/?ppu=453497

Dari tabel di atas kita bisa melihat kalau sesi Eropa menyajikan pergerakan paling banyak. Yuk, amati pergerakan pip dari tiap sesi, supaya kita bisa memanfaatkan waktu trading dengan lebih baik lagi!

Sesi Trading Tokyo

Selain dikenal sebagai macan Asia karena kemajuan ekonominya, dalam dunia trading Jepang juga dikenal sebagai pusat trading Forex terbesar ketiga di dunia. Yen Jepang juga adalah mata uang ketiga yang paling sering digunakan oleh trader, mengambil porsi 16.50% dari keseluruhan transaksi Forex di seluruh dunia. Sementara itu, sekitar 21% dari transaksi Forex di dunia terjadi pada sesi ini.
Sesi Trading Tokyo dibuka pada pukul 06:00 pagi GMT+7 menandai awal sesi trading Asia.Dengan posisinya sebagai ibukota keuangan Asia, membuat semua orang menyebut sesi Tokyo sebagai sesi Asia. Yang jelas perlu diketahui karakteristik dasar Sesi Tokyo berikut ini:

  1. Aksi Forex tidak hanya terbatas di wilayah penduduk yang gemar makan ikan mentah ini saja. Banyak transaksi Forex yang terjadi di negara-negara Asia lainnya. Misalnya seperti Hong Kong, Singapura, dan Sidney.
  2. Sebagian besar pelaku Forex yang bermain di sesi Tokyo adalah perusahaan komersil (eksportir) dan bank sentral. Penyebabnya adalah perekonomian Jepang yang bergantung pada sektor ekspor, dan dengan Cina sebagai pemain utama lainnya, sehingga ada banyak transaksi yang terjadi pada sesi ini.
  3. Likuiditas pada Sesi Tokyo terkadang bisa sangat tipis. Terkadang trading pada periode ini seperti memancing, kita harus menunggu teramat, sangat lama, sebelum bisa meraup keuntungan.
  4. Pada Sesi Tokyo kita akan melihat pergerakan pair mata uang Asia Pasifik yang lebih kuat, seperti AUD/USD dan NZD/USD, kebalikan dari pair non-Asia Pasifik seperti GBP/USD.
  5. Ketika likuiditas menipis, sebagian besar nilai pair cenderung tidak cepat berubah. Dan ini menjadi kesempatan untuk trade singkat (short-day) atau trade break-out yang potensial di akhir sesi.
  6. Sebagian besar aksi Forex mengambil tempat di awal sesi, ketika banyak data ekonomi yang dirilis.
  7. Pergerakan pasar di sesi Tokyo dapat menentukan irama trading untuk sesi-sesi trading berikutnya. Trader pada sesi-sesi lain akan melongok sesi Tokyo demi melihat apa saja yang terjadi pada sesi ini, agar mereka bisa mengatur dan mengevaluasi strategi.
  8. Biasanya setelah pergerakan besar di sesi New York, kita akan melihat konsolidasi terjadi di sesi Tokyo.

Pair Mana Yang Bagus Ditradingkan Di Sesi Tokyo?
Simpel saja. Karena pada sesi Tokyo berita yang keluar seringnya dari Australia, Selandia Baru, dan Jepang, kita bisa memanfaatkan rilis data dan berita untuk trade menggunakan berita. Selain itu, umumnya Yen Jepang akan memperlihatkan pergerakan yang signifikan, sebab banyak mata uang Negri Matahari Terbit ini yang berpindah tangan bersamaan dengan berjalannya bisnis perusahaan-perusahaan Jepang.

Meski tidak memiliki peran secara aktif seperti Jepang, tetapi kita tidak boleh melupakan Cina yang juga negara dengan kekuatan ekonomi masif di Asia. Sehingga sedikit saja berita atau data yang bertiup dari negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia ini, maka akan terlihat pergerakan di pasar. Apalagi dengan Australia dan Jepang yang bergantung pada tingkat permintaan (demand) Cina, kita bisa melihat pergerakan mata uang AUD dan JPY.

 

Sesi Trading London

Saat pelaku pasar Asia mulai membereskan barang-barang mereka dan tutup, pelaku pasar Eropa baru saja memulai aktivitas mereka. Meski ada beberapa pusat keuangan di Eropa, tetapi pandangan pelaku pasar akan tertuju pada London.
Menurut sejarah, London telah lama menjadi pusat perdagangan di Eropa. Semuanya berkat lokasinya yang cukup strategis. Jadi, tidak mengherankan jika negara yang masih mempertahankan sistem monarki ini dianggap sebagai ibukota Forex di dunia, dengan ribuan pebisnis membuat transaksi setiap menitnya. Diduga 30% dari seluruh transaksi Forex terjadi pada sesi London.Berikut adalah fakta-fakta lain mengenai sesi London:

  1. Karena sesi London berseberangan dengan dua sesi trading mayor lainnya, plus fakta bahwa London adalah pusat keuangan utama di dunia, banyak transaksi Forex berskala besar terjadi pada sesi ini. Sehingga mengakibatkan likuiditas yang tinggi dan rendahnya biaya transaksi (terutama pip spread).
  2. Jumlah transaksi yang besar pada sesi ini juga menempatkan London sebagai sesi trading yang paling volatil.
  3. Sebagian besar trend dimulai pada sesi London, dan mereka umumnya akan berlanjut hingga sesi New York.
  4. Volatilitas sesi London cenderung berakhir di pertengahan sesi, karena trader memilih untuk mengisi perut dan mengumpulkan tenaga, sebelum sesi New York dimulai.
  5. Di akhir sesi London, banyak trader Eropa yang mengunci profit mereka dan menyebabkan trend terkadang berbalik.

Pair Mana Yang Bagus Ditradingkan Di Sesi London?
Besarnya volume transaksi yang terjadi pada sesi London, mengakibatkan banyaknya likuiditas selama sesi Eropa, sehingga kita bisa menggunakan pair manapun. Tapi untuk amannya, lebih baik kita menggunakan pair-pair mayor: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, dan USD/CHF. Karena hanya pair tersebut yang memiliki spread paling ketat. Dan hanya mereka yang akan langsung terpengaruh oleh setiap berita yang muncul di sesi Eropa.

Atau, jika ingin sedikit variasi, kita bisa menggunakan Yen Jepang dan “mengawinkannya” dengan mata uang Eropa (misalnya EUR/JPY dan GBP/JPY), sebab mata uang tersebut cukup volatil pada sesi ini. Namun kerugiannya adalah, karena kita menggunakan cross pairs, spread yang muncul akan cukup lebar.

 

Sesi Trading New York

Setelah jam makan siang, atau pada saat kita (orang Indonesia) sedang berkumpul dengan keluarga, sesi AS dimulai pada pukul 8:00 pagi (EST) atau pukul 8:00 malam (GMT+7). Seperti sesi Asia dan Eropa, sesi trading AS merupakan salah satu pusat keuangan dunia dan selalu diawasi oleh pasar.
Kenapa New York begitu penting? New York adalah pusat keuangan dunia. Disana ada Wall Street dimana banyak bank-bank dan lembaga keuangan kawakan dunia berpusat. Jadi, aktivitas pasar di sesi New York ini juga sangat bersemangat, seperti di sesi London.Berikut ini beberapa karakteristik sesi trading New York yang Anda perlu tahu:

  1. Karena mengalami overlap dengan sesi Eropa, di awal sesi trading New York masih terdapat likuiditas yang cukup tinggi.
  2. Sebagian besar laporan ekonomi dirilis nyaris berbarengan dengan dimulainya sesi New York. Dan kita harus ingat kalau sekitar 85% trading melibatkan Dolar AS. Sehingga pasar akan selalu bergerak kapan pun berita ekonomi AS dirilis.
  3. Begitu pasar Eropa tutup, yang bersamaan dengan paruh kedua sesi trading New York, likuiditas dan volatilitas cenderung mereda 4. Hanya ada sedikit pergerakan yang tertangkap pada Jumat sore, karena trader Asia memilih untuk menghabiskan waktunya berkumpul di tempat karaoke dan bar. Sementara trader Eropa lebih suka menghabiskan waktunya di pub dan nobar pertandingan sepakbola.
  4. Selain itu, di hari Jumat terdapat kemungkinan terjadi reversal pada paruh kedua sesi AS. Penyebabnya adalah trader AS memutuskan untuk tutup posisi lebih awal di akhir pekan guna mengurangi tekanan akibat berita yang muncul menjelang libur.

Pair Mana Yang Bagus Ditradingkan Di Sesi New York?
Kita perlu mencatat bahwa akan ada banyak yang terjadi pada saat pasar AS dan Eropa berlangsung. Bisa dibayangkan, bank-bank dan semua perusahaan multinasional sibuk menjawab telepon. Kita bisa memanfaatkan momen ini untuk trading dengan mata uang apapun. Walau untuk amannya, lebih baik kita menggunakan mata uang mayor dan minor dan menghindari mata uang eksotik.

Di sisi lain, karena Dolar AS sering digunakan dalam sebagian besar transaksi, semua trader bisa dipastikan akan menaruh perhatian mereka pada rilis data AS. Entah apakah rilis data itu bersifat positif atau negatif, yang pasti rilis data AS akan mampu menggoncang pasar dunia.

 

Overlap Antar Sesi

Overlap antar sesi terjadi saat dua sesi sama-sama beroperasi. Banyak pemain pasar melakukan transaksi di saat-saat itu. Kalau diibaratkan, momen ini seperti jam tayang utama (primetime) di TV. Semakin banyak “penonton” (pelaku yang terlibat di dalam sesi tersebut), maka akan semakin tinggi “rating” (likuiditas) acara itu.
Overlap antar sesi biasanya merujuk pada overlap antara sesi London dan sesi New York. Kedua sesi itu merupakan sesi-sesi paling sibuk, jadi overlap sesi trading London-New York merupakan waktu dimana trader bisa mendapatkan keuntungan dengan cepat.Kenapa?

Karena dalam periode ini pair-pair forex akan bergerak lebar-lebar, terutama kalau ada rilis berita penting dari Amerika Serikat dan Kanada. Apalagi kalau ada berita ‘telat’ yang muncul dari Eropa.

Jika ada tren yang terbentuk di sesi London, maka kita bisa melihat tren ini berlanjut di sesi New York, karena trader-trader AS akan langsung terjun ‘menunggangi’ tren setelah membaca tentang apa saja yang sudah terjadi hari itu. Tapi kita juga harus hari-hati karena ketika sesi Eropa berakhir, maka beberapa trader Eropa bisa jadi menutup posisi trading mereka, yang bisa mengakibatkan terjadinya pergerakan choppy beberapa saat setelah sesi New York dibuka.

 

Hari Baik Untuk Trading

Dari materi sebelumnya, kita tahu bahwa sesi London adalah sesi trading paling sibuk setiap harinya. Tetapi, ada juga hari-hari tertentu dalam seminggu dimana pasar cenderung lebih aktif.
Lihat tabel range rata-rata pergerakan pip setiap pair mayor dibawah ini untuk mengetahui hari apa saja yang paling bagus untuk bertrading forex:

Sebagaimana bisa kita lihat dari tabel diatas, trading di pertengahan minggu bisa jadi lebih baik. Sebab pada hari-hari itu (Selasa, Rabu, Kamis) adalah paling banyak terjadi transaksi. Sedangkan di hari Jumat, biasanya pasar cuma sibuk sampai jam 12 malam, dan kemudian pasar sepi hingga tutup pada jam 5 pagi hari Sabtu waktu Indonesia.

Nah, kini kita tahu, kapan hari paling sibuk dan penuh transaksi. Hari itu adalah hari baik untuk trading, sebab ada banyak kesempatan bagi kita untuk sukses trading.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana agar kita bisa memanfaatkan hari baik untuk trading? Kuncinya adalah bijak mengatur waktu

Kalau kita vampire yang tak perlu makan dan tidur, maka kita mungkin bisa trading di semua sesi. Tapi, kita cuma manusia. Walau profit trading Forex begitu menggoda, tetapi kita harus bisa mengatur waktu dengan baik. Bagaimana kita bisa jadi trader pro, kalau terhadap kesehatan sendiri saja kita masih acuh?

Kita perlu asupan makanan yang sehat dan tidur yang cukup agar memiliki energi untuk melakukan berbagai macam hal. Dan kadang penting juga lho, menghabiskan waktu untuk jalan-jalan. Atau duduk diam satu jam bermain game. Tidak perlu berurutan, asalkan kita bisa mengelola waktu dengan baik, itu sudah cukup.

Setiap trader harus tahu kapan saja waktu dan hari baik untuk trading, dan kapan saja trading itu lebih baik tidak dilakukan. Ini bisa sangat membantu dalam meraup profit dan menghindari loss, maka ingat-ingatlah:
1. Waktu baik untuk trading:

  • Saat terjadi overlap antara dua sesi, yang menyebabkan volatilitas dan likuiditas tinggi. Kalau tak bisa mengingat sesi trading, kita bisa bookmark halaman ini.
  • Di antara keempat sesi yang ada, London adalah sesi dengan transaksi terbanyak.
  • Pertengahan minggu adalah hari-hari dengan frekuensi pergerakan tertinggi, karena range pergerakan cenderung melebar pada hari-hari ini (Selasa, Rabu, Kamis).

2. Waktu kurang baik untuk trading:

  • Hari Minggu, karena ini adalah saatnya kita bersantai dan menikmati liburan.
  • Hari Jumat, karena likuiditas merosot tajam meninggalkan sesi Amerika Serikat.
  • Hari libur internasional, karena…ya, orang-orang juga liburan.
  • Rilis berita berdampak besar, karena terlalu riskan. Yah…kecuali kita ingin loss besar-besaran juga.
JustForex

Related Articles

Check Also

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker